P
ENONTON yang hadir ke konser Trio Innova (Sabtu, 28/08/04) hanya dapat menerka-nerka akan disuguhi apa nantinya. Info dalam agenda CCF Bandung hanya bercerita sedikit tentang sukses duet piano-tuba Innova yang tahun lalu membawakan musik trubador. Musik tersebut bertumbuh di Perancis selatan abad pertengahan, sehingga Innova dikenalkan sebagai pemusik klasik modern dalam promo konsernya sekarang. Khusus tur tahun ini, seorang pemain akordeon, Jean-Luc Fabiano, dibawa serta oleh Patrick Zygmanowski (piano) dan David Zambon (tuba). Intro piano setelah mereka telah naik ke pentas belum bisa memberikan petunjuk akan bagaimana pertunjukan berlangsung, baru setelah penggalan karya Astor Piazzolla dimainkan unison penonton maklum bahwa malam itu akan dimainkan repertoar tango.
 

Setelah dua lagu, Zambon memperkenalkan anggota trionya dan memperjelas bahwa mereka akan membawakan komposisi-komposisi Piazzolla (sudah jelas mengapa seorang pemain akordeon disertakan). “Astor Piazzolla adalah seorang Argentina”, begitu jelasnya, Piazzolla mempelopori apa yang kemudian disebut New Tango sejak 80 tahun yang lalu. Sempat mempelajari musik klasik, mencipta untuk simfoni, hingga kolaborasi dengan alat elektrik (rock) atau bermain bersama Gerry Mulligan atau Gary Burton, Piazzolla cukup berontak terhadap tango ortodok dan memperoleh banyak kritikan. Lagu-lagunya banyak diinterpretasikan ulang misalnya dari ‘Tango Suite’ oleh Al Di Meola. Selain komposisinya yang khas, cara Piazzolla tampil pun unik: berdiri, bandoneon dimainkan disangga paha kakinya yang ditekuk (Anda yang beruntung pasti pernah melihatnya beberapa tahun silam dalam acara reguler yang menayangkan orkestra di ANTV).

Judul ‘Ave Maria’ dimainkan dengan mengambil aransemen versi filmnya. Berbeda dengan suasana yang kita dapat dengan formasi quintet Piazzolla, timbre tuba yang lembut menurunkan ketegangan tango dibandingkan violin yang menyayat-nyayat dalam nada tinggi yang biasa mendampingi Piazzolla. Memang sudah dari dasarnya musik Piazzolla dibangun dalam tensi yang tinggi akibat pilihan jalur-jalur minor nada-nadanya sehingga tango terdengar cukup saturated dan meletihkan. Untuk encore, Trio Innova naik lagi pentas memainkan ‘El Tranvia Tango’ yang rancak; dalam ‘Libertango’ penonton diajak berpartisipasi dengan bertepuk ala tango (tango biasanya dalam tempo ¬ atau ¹); ‘Goodbye’, satu-satunya yang bukan dari Piazzolla, malam itu didedikasikan untuk direktur CCF Bandung yang usai masa jabatannya. Penampilan mereka baru benar-benar berakhir setelah nomer ‘Verano Porténo’.

Selain Zygmanowski yang memberikan master class, ketiga anggota trio juga menyempatkan untuk bertanya-jawab informal usai pertunjukan. Fabiano yang memiliki sejumlah murid di negaranya menjanjikan mengirimkan sejumlah CD Piazzolla kepada beberapa penanya yang antusias. Dari Indonesia, mereka akan melanjutkan turnya ke Jepang. Aktivitas lain Zygmanowski dan Zambon adalah mengajar di Konservatorium Nasional Montpellier.

appears in: http://www.wartajazz.com/news/news300804.html


This page is powered by Blogger    Powered by VLSI